Minggu, 16 Oktober 2011

Perang Bani Quraidhoh Dan Ibrohnya

Oleh : Sutrisno
ilustrasi
Kecemasan yang diakibatkan oleh peperangan ahzab terhadap penduduk kota Madinah, sangat luar biasa. Belum pernah ada pengaruh perang sehebat itu bila disebanding perang-perang yang telah dilalui  umat islam sebelumnya. Kecemasan merasuki seluruh penduduk kota.Baikpemimpin dan warga kota / rakyat kecil.Hal itu diakibatkan oleh dekatnya lokasi perang dengan kediaman mereka di Madinah. Apabila peperangan diakhiri kekalahan umat islam, maka akan hancur keberadaan Islam pada waktu itu. Hal ini diperparah lagi kecemasan  yang datangnya dari dalam kota Madinah sendiri. Sewaktu-waktu bani Quraidloh akan menyerang
umat Islam dari dalam. Walaupun sudah ada perjanjian antara umat Islam dengan mereka untuk memepertahankan Kota secara bersama-sama dari serangan musuh dari luar. Pengkianatan dan
ketidak isiqomahan mereka  sangat dikuatirkan umat Islam pada waktu itu.
Hal itu bukan isapan jempol belaka. kalo belajar dari  pengkianatan atas perjanjian  yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang mukim di Madinah yaitu  bani Nadhir atau bani qoinuqo’. mereka telah mengkhianati perjanjian yang sudah disepakati antara mereka dengan kaum muslimin. maka konsekwensinya mereka harus diusir dari tanah air kota Madinah. Sedang kaum Yahudi yang tinggal sekarang  hannya Bani Quraidhoh saja.

Ternyata betul dugaan kaum muslimin terhadap mereka. Mereka membakar surat  perjanjian. artinya mereka sudah tidak menganggap sudah terjadi perjanjian antara mereka dengan kaum muslimin. Mengapa Hal ini bisa terjadi akhy…? apakah hal ini disebabkan  oleh idiologi mereka (yahudi)?... atau disebabkan dari kegengsian atau strata, status social atau unsur egoism para pemimpin mereka? Atau ada penyebab dari luar yang mempengaruhi mereka. Atau hanya takdir belaka? atau penyebab yang lainnya.

Ada korelasi antara kejadian perang ahzab dengan keputusan mereka membatalkan perjanjian. Mereka tergoda dari anasir dari luar yan dianggap membantu cita-cita mereka. Dengan besarnya pasukan Ahzab dan kelengkapan peralatan perang mereka pasti dapat menaklukan pasukan muslim ang hanya mengandalkan senjata yang tidak begitu dapat dibanggakan . Itupun jumlahnya juga terbatas. maka mereka membua estimasi bahwa yang akan menang adalah kaum ahzab. Oleh karena itu untuk menyelamatkan kehidupan mereka beserta kaumnya maka mereka harus perpihak dengan mereka. Hal it diandai dengan membatalkan perjanjian dengan muslimin Madinah. Ternyata estmasi dan perbuatan mereka salah. Oleh karena mereka menghianati isi perjanjian yang sudah disepakati maka mereka harus menerima sangsi hukum yakni yang laki-laki dewasa dibunuh dan selainnya ditawan.


Ada beberapa ibroh yang dapatdiambil dalam peristiwa ini :

1.    Seorang harus  sepenuh hati dengan apa yang telah disepakati dalam perjanjian tidak boleh kianat.

2.    selalu Menjaga  konsistensi dan istiqomah. Karena istiqomah ini akan selalu diuji kebenarannya oleh    waktu dan berbagai peristiwa. sekarang bisa berkata “A” tetapi dalam kondisi tertentu dia  belum tentu akan berkata “A” lagi.

3.    Jangan termakan provokasi dari luar. adanya provokasi huyai bin akhtab terhadap tokoh bani quraidhoh kaab bin asad,agar dia membatalkan perjanjian dengan muslimin Madinah.

4.    Inkonsistensi  pemimpin akan berdampak buruk untuk dirinya sebagai  personal ataupun berdampak buruk kepada orang banyak sebagai  rakyatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Photobucket