Sabtu, 08 Oktober 2011

Istiqomahnya Manusia


oleh M Nur Ali Said
Ilustrasi
Tatkala tokoh yahudi Bani Quraidloh, Kaab yang sudah berpegang teguh dengan perjanjian dengan rosulullah, didatangi tokoh yahudi yang lain yakni Huyaii bin akhtab. maka Kaab menolak berdialog. sebab ia tidak mau mengingkari perjanjiannya dengan Rasulullah sebab dihasut oleh si Huyai. Huyaipun tidak patah arang untuk meruntuhkan keteguhan Kaab. Dengan segala kelihaian berkomunikasi dan berdialog ia terus memperlemah keteguhan Kaab dengan memaparkan fakta-fakta baru. Bahwasanya akan datang kaum ahzab yang terdiri kafir makkah juga bangsa lain termasuk suku ghatthaffan. Maksud mereka satu
yakni untuk menghancurkan Hegemoni Muhammad atas Madinah. Keberadaan mereka tidak jauh dari medinah. Sebentar lagi kota Madinah menjadi hancur
lebur tinggal puing semata. Oleh karena itu hanya tinggal satu kali kesempatan yang sangat baik sekali untuk lepas dari perjanjian dengan Muhammad. Sebab pasukan Muhammad akan menjadi binasa. Akhirnya luluh juga keteguhan jati diri si yahudi Kaab yang semestinya menjadi teladan bagi kaumnya. ia tampak ragu-ragu dalam memutuskan kebijakan. sepersekian waktu sudah ada lembaran perjanjian dengan Muhammad di tangan kaumnya. Dan mereka membakar lembaran perjanjian tersebut. Akhirnya dia tidak dapat berbuat apa-apa. Membiarkan mereka membakarnya sebagai pertanda  telah usai perjanjian dengan Muhammad. Sudah tidak terjadi apa-apa antara bani quraidloh dengan kaum muslimin.
Demikian sekelumit gambaran runtuhnya  rasa istiqomah yang berubah setiap saat.suatu kondisi tertentu dia bisa istiqomah tapi belum tentu dikondisi yang lain dia dapat istiqomah. Sebelum menjadi anggota DPR, ia orang pertama kali menentang korupsi. Tatkala ia menduduki kursi DPR, ialah orang yang korupsinya paling tinggi. Memang ada isyarat dari sabda Rosul bahwa “ seseorang itu tidak dapat berlaku istiqomah dengan sebenar-benar istiqomah” itulah yang namanya manusia. Kesempurnaannya tidak sama dengan kesempurnaan Allah.
18.  Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.
Hanya Allahlah saja yang sempurna Istiqomahnya. apa yang Ia rencanakannya yang telah diucapkannya maka pasti nanti ditemui bahwa perbuatan Allah akan sama dengan apa yang telah diucapkan terdahulu. Tanpa ada sedikitpun perubahan-perubahan. Memang Allah maha sempurna Keistiqomahannya
.
Trus bagaimana istiqomah kita?. apa sikap kita kalo istiqomahnya manusia hanya seperti itu? ada petunjuk Allah
فاستقيموا اليه  واستغفروه         beristiqomahlah kepadanya dan minta ampunlah kepadanya (dari ketidak istiqomahan)
M Nur Ali Said

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Photobucket