Senin, 26 Maret 2012

BERGERAK TANDA KEHIDUPAN {bagian 2}

Manhaj tentang kehidupan {gaya hidup} dalam Al-Quran ada 2   :
1.       Manhaj Nabi Muhammad SAW dan
2.       Manhaj Nabi Sulaiman AS

Dalam kahidupan nabi Muhammad mencerminkan gaya kehidupan seorang hamba {kawulo} yang kental dengan kesederhanaan dan kekurangan. Secara ringkas :Gaya hidup Rasul SAW dapat disimpulkan “ Yang ada tidak ditolak sedangkan yang tidak ada tidak dipaksa-paksakan {apa adanya}”
Sedangkan dalam kehidupan Nabi Sulaiman AS mencerminkan gaya  kehidupan seorang raja yang kental dengan pelayanan, kemewahan serta kemegahan.

Baik  sederhana ataupun bermewah dalam kehidupan adalah tidak tercela selama masih dalam hal yang tidak dilarang Allah. Selama mubah ataupun halal maka semuanya dibolehkan oleh Allah SWT. Kholifah Umar ibn Khothob tidak pernah melarang gubernurnya yang bernama Muawiyah yang berkehidupan mewah penuh kemegahan. Beliau Umar Ra hanya mengatakan : Aku tidak menyuruhmu dan juga tidak melarangmu. Bahkan setelah Daerah- daerah lain takluk kedalam Islam, banyak para sahabat bergaya mewah dengan menjadi gubernur didaerah- daerah tersebut.

Harta benda hanya ada ditangan mereka bukan berada didalam hati. Seluruh hartanya tidak membelenggu untuk menjalankan tugasnya baik sebagai pribadi yang bertanggung jawab terhadap Allah dan terhadap ummat. Menurut Ibn Taymiah, yang dimaksud zuhud adalah : meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Tatkala Umar bertanya kepada gubernurnya Muawiyah : mengapa kamu hidup penuh dengan kemegahan seperti ini? Ia jawab : aku hidup dengan kemegahan ini bermaksud supaya tidak disepelekan oleh rakyatku. Supaya mereka dapat ditundukkan. Demikian sekilas rangkuman dengan bahasa ane sendiri dari ceramah salah satu ustad kita. Wallahu a’lam.

0 komentar:

Posting Komentar

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
Photobucket